Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia menguat sebesar 1,93% menjadi 7.184,44 pada penutupan perdagangan 1 April 2026. Penguatan ini didorong oleh kinerja positif dari berbagai sektor saham.
Pada hari yang sama, 10 sektor saham ditutup lebih tinggi, dengan sektor industri mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 6,11%. Sebaliknya, sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang mengalami penurunan, dengan penurunan sebesar 0,20%.
Secara keseluruhan, 475 saham ditutup lebih tinggi, 209 saham melemah, dan 135 saham stagnan. Frekuensi perdagangan saham domestik mencapai 2,01 juta transaksi dengan total 31,54 miliar saham yang diperdagangkan.
Nilai transaksi pada hari itu mencapai Rp16,48 triliun, menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi di pasar modal. Saham CHEM menjadi pengganda tertinggi, melonjak 27,93%, sementara DATA mengalami penurunan terbesar, terjun 14,95%.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa ekspor non-minyak dan gas ke Amerika Serikat tumbuh sebesar 5,97% secara tahunan pada Februari 2026. Hal ini menunjukkan kinerja yang baik di tengah tantangan global yang ada.
Ekspor solar cells juga mengalami pertumbuhan yang signifikan, meningkat 27,85% secara tahunan pada periode yang sama. Amalia Adininggar Widyasanti dari BPS menyatakan bahwa ekspor yang telah dirakit dalam bentuk modul atau panel menunjukkan pertumbuhan yang positif.
Dalam konteks ini, Yulianto Aji Sadono mengungkapkan bahwa pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal.
Dengan meningkatnya aktivitas pasar dan pertumbuhan ekspor, para analis memperkirakan bahwa tren positif ini dapat berlanjut, meskipun tantangan global tetap ada. Rincian lebih lanjut mengenai perkembangan ini masih perlu dikonfirmasi.












