Huawei akan merilis mobil listrik GT7 hasil kolaborasi dengan GAC, yang akan dipasarkan dengan merek Aistaland di China mulai Juni 2026. Mobil ini memiliki desain yang mirip dengan Porsche Panamera dan dilengkapi dengan dua motor listrik serta suspensi aktif.
GT7 juga dibekali dengan 896-line sensor LiDAR, yang meningkatkan kemampuan navigasi dan keselamatan kendaraan. Dengan dimensi panjang 5.050 mm, lebar 1.980 mm, tinggi 1.470 mm, dan jarak sumbu roda 3.000 mm, mobil ini dirancang untuk memberikan kenyamanan dan performa yang optimal.
Mobil ini telah menjalani tes dunia nyata dalam berbagai kondisi cuaca, termasuk temperatur ekstrem antara -35 derajat Celcius hingga 46 derajat Celcius, menunjukkan ketahanan dan keandalannya.
Harga mobil GT7 diperkirakan sekitar 300.000 yuan atau sekitar Rp 735 juta, menjadikannya pilihan menarik di pasar mobil listrik yang semakin kompetitif.
Selain itu, Huawei juga baru saja meluncurkan Huawei Mate 80 Pro secara global setelah sukses di Tiongkok. Ponsel ini dilengkapi dengan baterai berkapasitas 5750 mAh dan layar berukuran 6.75 inci dengan resolusi 2832 x 1280.
Huawei terus berinovasi dengan meluncurkan solusi U6GHz untuk mendukung infrastruktur jaringan masa depan. Saat ini, lebih dari 1 miliar pengguna aktif mengakses aplikasi AI setiap bulan secara global, dan sekitar 50 persen ponsel pintar di pasar telah mengintegrasikan kemampuan AI.
Perusahaan juga mencatat pertumbuhan 50 persen dalam perangkat pintar baru, seperti kacamata AI, setiap tahunnya. Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen Huawei untuk menjadi pemimpin dalam teknologi dan inovasi.
Dengan peluncuran GT7, Huawei berupaya untuk memperluas jangkauannya di industri otomotif dan bersaing dengan produsen mobil listrik lainnya. Para pengamat industri menantikan bagaimana respons pasar terhadap mobil ini dan apakah akan memenuhi ekspektasi yang telah dibangun.
Details remain unconfirmed.













