Harga plastik di pasaran mengalami kenaikan signifikan, dengan laporan bahwa harga plastik di pasar domestik naik antara 30-80 persen. Kenaikan ini dipicu oleh krisis energi global dan gangguan pasokan migas, yang berdampak langsung pada biaya produksi berbagai industri.
Di Jawa Tengah, rata-rata supliyer lokal menaikkan harga plastik kresek sekitar 300 persen dari harga normal. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku usaha, terutama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang sangat bergantung pada bahan baku plastik untuk kemasan produk mereka.
Wawan Fauzi, seorang pengamat lingkungan, menyatakan, “Tren kenaikan harga plastik sekarang menjadi momentum untuk kembali menggunakan tas belanja yang ramah lingkungan.” Ini menunjukkan adanya dorongan untuk beralih ke alternatif yang lebih berkelanjutan di tengah krisis ini.
Anggota DPR, Firnando Ganinduto, mendesak pemerintah untuk melakukan intervensi pasar terkait kenaikan harga plastik. Ia menekankan pentingnya stabilisasi melalui pengawasan distribusi bahan baku serta penguatan industri petrokimia nasional agar ketergantungan terhadap pasokan global bisa dikurangi.
Maman Abdurrahman, seorang pejabat pemerintah, menambahkan, “Sudah ada aspirasi yang masuk. Kebutuhan plastik untuk bungkus produk memang naik … Tapi kami akan siapkan mitigasinya.” Ini menunjukkan bahwa pemerintah sedang mempersiapkan langkah-langkah untuk mengatasi dampak dari kenaikan harga ini.
Sejumlah kebutuhan esensial yang bahan bakunya bersumber dari minyak dan gas telah atau akan mengalami kenaikan harga, menurut Eddy Soeparno. Hal ini menunjukkan bahwa dampak dari krisis energi global tidak hanya terbatas pada plastik, tetapi juga pada berbagai sektor lainnya.
Pemkot Tangerang juga mengajak masyarakat untuk beralih ke tas belanja ramah lingkungan sebagai langkah untuk mengurangi ketergantungan pada plastik. Ini merupakan bagian dari upaya untuk mendukung keberlanjutan lingkungan di tengah tantangan ekonomi saat ini.
Pemerintah sedang menyiapkan langkah mitigasi untuk menjaga keberlangsungan usaha kecil, yang sangat terpengaruh oleh kenaikan harga plastik. Kenaikan harga ini dapat berdampak signifikan pada biaya produksi UMKM, yang merupakan tulang punggung ekonomi lokal.
Kenaikan harga plastik dipicu oleh terganggunya pasokan bahan baku utama seperti nafta akibat konflik di Timur Tengah. Hal ini menunjukkan bahwa faktor eksternal juga berperan dalam dinamika harga plastik di dalam negeri.
Details remain unconfirmed.













