Pada awal bulan Maret 2026, harga emas dunia diperkirakan akan stabil setelah mengalami lonjakan harga pada akhir Januari. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa harga emas dunia mengalami penurunan yang signifikan.
Pada 24 Maret 2026, harga emas dunia di pasar spot tercatat sebesar US$ 4.371,9/troy ons, turun 0,82% dibandingkan hari sebelumnya. Sebelumnya, harga emas dunia ditutup pada US$ 4.408,1/troy ons pada 23 Maret 2026.
Penurunan ini juga berdampak pada harga emas yang dijual oleh PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. Harga emas Antam Logam Mulia stagnan pada 24 Maret 2026, dengan harga satuan 1 gram dibanderol sebesar Rp2.843.000 per batang. Sementara itu, harga buyback emas Antam berada di level Rp2.480.000 per gram.
Setelah penurunan harga emas dunia, terdapat sedikit pergerakan positif pada malam hari, di mana harga emas dunia naik tipis sekitar 0,3% ke level US$ 4.419,26 per ons. Selain itu, harga emas kontrak berjangka untuk pengiriman April menguat 0,4% ke posisi US$ 4.423,50 per ons.
Meskipun terdapat sedikit pemulihan, harga emas telah turun sekitar 21% sejak mencapai rekor tertinggi di level US$ 5.594,82 per ons pada akhir Januari. Dalam sepekan terakhir, harga emas anjlok hampir 10%, mencatatkan penurunan terburuk sejak September 2011.
Harga emas Antam Logam Mulia juga mengalami penurunan, jatuh sebesar Rp 153.000 dalam lima hari sebelumnya. Hari ini, harga buyback emas Antam anjlok Rp80.000.
Situasi ini menunjukkan bahwa harga emas dunia mengalami volatilitas yang tinggi, dan para investor harus tetap waspada terhadap pergerakan pasar yang cepat. Harga emas dunia mengalami penurunan sejak libur Idul Fitri, dan detail lebih lanjut mengenai penyebab penurunan ini masih belum terkonfirmasi.














