Harga emas dunia stabil di USD5.008,66 per ons pada 17 Maret 2026, setelah harga emas berjangka naik 0,2 persen menjadi USD5.013,51 per ons. Meskipun demikian, harga emas mengalami penurunan tipis 0,07 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Pada hari yang sama, harga emas di pasar spot tercatat sebesar US$ 5.003,3 per troy ons. Sebelumnya, harga emas terpangkas 0,3 persen menjadi US$ 5.006,9 per troy ons, menunjukkan tren penurunan yang berlanjut.
Harga emas dunia mengalami pelemahan pada akhir perdagangan 16 Maret 2026, dengan harga turun tipis 0,5 persen menjadi 4.993,42 dollar AS per ons. Kontrak emas berjangka untuk pengiriman April juga melemah 1,2 persen ke level 5.002,20 dollar AS per ons.
Bob Haberkorn, seorang analis, menyatakan, “Dengan harga minyak yang lebih tinggi, inflasi juga akan meningkat.” Hal ini menunjukkan bahwa faktor eksternal seperti harga minyak dapat mempengaruhi pergerakan harga emas.
Perang di Timur Tengah menjadi beban bagi gerak harga emas, menciptakan ketidakpastian di pasar. Meskipun harga emas menunjukkan stabilitas saat ini, situasi geopolitik dapat mempengaruhi tren harga ke depan.
Detail tetap belum terkonfirmasi mengenai dampak jangka panjang dari kondisi ini terhadap harga emas. Para pengamat pasar akan terus memantau perkembangan ini untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas.













