Harga BBM nonsubsidi mengalami tren kenaikan bertahap sejak awal Maret. Pada pekan terakhir Maret 2026, harga BBM di seluruh operator SPBU Indonesia stabil. Penyesuaian harga terakhir dilakukan pada 1 Maret 2026, dengan harga Pertamax (RON 92) di Pertamina sebesar Rp12.300 per liter dan harga Pertalite (RON 90) di Pertamina sebesar Rp10.000 per liter.
Operator lain seperti Shell, BP, dan Vivo juga menetapkan harga yang serupa. Shell Super dijual dengan harga Rp12.390 per liter, sementara BP 92 dan Revvo 92 di Vivo juga dipatok pada harga yang sama, yaitu Rp12.390 per liter.
Pemerintah tetap mempertahankan harga BBM subsidi, yang saat ini ditetapkan untuk Solar Subsidi (CN 48) sebesar Rp6.800 per liter. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga akses masyarakat terhadap bahan bakar yang terjangkau.
Wisnu Wibowo, seorang pengamat energi, menyatakan, “Kenaikan harga BBM non-subsidi dinilai sebagai konsekuensi logis karena skema penetapannya mengikuti harga pasar internasional.” Pernyataan ini mencerminkan realitas pasar yang mempengaruhi harga BBM di Indonesia.
Masyarakat diimbau untuk bersiap menghadapi pengumuman penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dijadwalkan pada Rabu, 1 April 2026 mendatang. Hal ini menimbulkan ketidakpastian di kalangan konsumen mengenai kemungkinan perubahan harga.
Belum ada kepastian apakah harga BBM akan mengalami kenaikan atau penurunan pada 1 April 2026. Observasi lebih lanjut diperlukan untuk memahami dampak dari pengumuman tersebut terhadap pasar dan masyarakat.














