Habiburokhman, Ketua Komisi III DPR RI, mengumumkan bahwa Komisi III DPR RI meminta evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kejaksaan Negeri Karo pada 3 April 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Permintaan ini muncul setelah terungkapnya dugaan intimidasi yang dialami oleh Amsal Christy Sitepu.
DPR menyoroti pentingnya evaluasi ini, dengan menekankan bahwa Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan harus turun tangan untuk menangani masalah ini. Habiburokhman menyatakan, “Harus dilakukan evaluasi menyeluruh dan dilaporkan secara tertulis dalam waktu satu bulan.” Hal ini menunjukkan urgensi DPR dalam memastikan integritas dan profesionalisme aparat penegak hukum.
Dalam konteks yang lebih luas, DPR mencium adanya dugaan pelanggaran oleh oknum kejaksaan, yang dapat merusak kepercayaan publik terhadap sistem hukum. Habiburokhman juga meminta Komisi Kejaksaan Republik Indonesia untuk melakukan eksaminasi terhadap kasus ini, yang dianggap sebagai ujian bagi integritas aparat.
Habiburokhman membandingkan surat penetapan pengadilan dengan surat yang dikeluarkan oleh Kejaksaan Negeri Karo, yang diakui oleh Kejari Karo sebagai kesalahan. “Ini kan dua hal yang berbeda, kalau penangguhan penahanan itu kan diatur di Pasal 108, pengalihan jenis penahanan Pasal 108, sementara penangguhan penahanan Pasal 110 KUHP Baru,” jelasnya.
DPR menegaskan bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Mereka meminta agar kasus ini diusut sampai tuntas, dengan harapan dapat memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum.
Reaksi dari pihak Kejaksaan Negeri Karo juga muncul, di mana Kajari Karo menyatakan, “Siap pimpinan, siap salah pimpinan.” Pernyataan ini menunjukkan kesediaan untuk bertanggung jawab atas kesalahan yang terjadi.
Kasus ini melibatkan Amsal Christy Sitepu dan penanganan hukumnya oleh Kejaksaan Negeri Karo, yang kini menjadi sorotan publik dan DPR. Evaluasi yang diminta diharapkan dapat memberikan kejelasan dan langkah perbaikan bagi institusi hukum di Indonesia.
Details remain unconfirmed.













