wartawarganews

Latest News, Stories and Updates from Citizens

FTSE Russell Pertahankan Status Indonesia sebagai Pasar Berkembang

ftse — ID news

FTSE Russell telah memutuskan untuk mempertahankan status Indonesia sebagai ‘Secondary Emerging Market’, yang merupakan hasil positif bagi pasar modal Indonesia. Keputusan ini menghindarkan Indonesia dari penurunan status ke kategori Frontier Market, yang dapat berdampak negatif pada persepsi investor global.

Pada 7 April 2026, IHSG dibuka menguat tipis sebesar 11,85 poin ke level 7.001,28, setelah sebelumnya ditutup melemah 0,53 persen ke posisi 6.989,42. Sementara itu, nilai tukar rupiah berada di level Rp17.015 per dolar AS.

FTSE Russell menunda review indeks untuk periode Maret 2026 akibat kekhawatiran terkait transparansi kepemilikan saham di Indonesia. Dalam situasi ini, FTSE Russell juga sempat membekukan perubahan indeks sebagai langkah kehati-hatian.

Beberapa aksi korporasi tetap akan diproses secara normal, termasuk pembayaran dividen dan stock split, yang menunjukkan bahwa meskipun ada penundaan, aktivitas pasar tetap berjalan.

FTSE Russell akan terus memantau perkembangan reformasi pasar modal Indonesia, dengan pembaruan berikutnya dijadwalkan sebelum 22 Mei 2026. Hal ini menunjukkan perhatian yang tinggi terhadap kemajuan yang terjadi di pasar modal nasional.

Michael Yeoh, seorang analis, menyatakan, “Kita lihat regulator baik dari OJK maupun BEI amat proaktif dalam memfinalkan proposal ke MSCI.” Ini menunjukkan bahwa ada upaya yang kuat untuk menjaga status Indonesia di mata investor internasional.

Yeoh juga menambahkan, “Pada 7 April ini pun, FTSE akan membuat country classification dan ini bisa menjadi salah satu acuan kita apakah MSCI akan menetapkan status negara kita sebagai frontier atau tetap di emerging market.”

Namun, meskipun status Indonesia tetap terjaga, belum ada kepastian mengenai hasil evaluasi FTSE yang dapat memengaruhi persepsi investor global. Proses reformasi kebijakan free float di pasar modal Indonesia juga masih berlangsung, menambah ketidakpastian di kalangan pelaku pasar.

Details remain unconfirmed.