Sebelum kepergian Profesor Sebastian Margino, ia dikenal sebagai sosok teladan di Universitas Gadjah Mada (UGM), dengan dedikasi yang tinggi terhadap dunia akademik. Sejak mulai mengajar pada tahun 1979, beliau telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam bidang Mikrobiologi Pertanian dan Bioteknologi.
Pada tanggal 5 Maret 2026, berita duka datang dari UGM ketika Profesor Margino meninggal dunia pada usia 72 tahun dan 11 bulan. Kepergiannya menjadi momen yang mengejutkan bagi banyak orang, terutama bagi mahasiswa dan rekan-rekannya yang telah mengenalnya selama bertahun-tahun.
Selama karirnya, Profesor Margino telah menyampaikan pidato pengukuhan pada 18 Mei 2002, menandai pencapaian penting dalam perjalanan akademiknya. Beliau menyelesaikan pendidikan sarjananya di UGM dan melanjutkan studi magister serta doktoral di Universitas Tokyo, Jepang.
Kepergian Profesor Margino tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarganya, tetapi juga bagi seluruh komunitas akademik di UGM. Universitas Gadjah Mada menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga beliau. “Kami mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga Profesor Sebastian Margino,” ungkap Profesor M. Baiquni.
Profesor Margino dikenal karena dedikasinya terhadap penelitian dan publikasi, terutama dalam bidang Bioteknologi Pertanian. “Beliau juga dikenal karena dedikasinya terhadap ilmu pengetahuan, yang tercermin dalam banyak publikasi di buku dan jurnal, terutama di bidang yang menjadi spesialisasinya,” tambah Profesor Baiquni.
Dengan kepergiannya, banyak yang merasa kehilangan sosok yang tidak hanya seorang pengajar, tetapi juga seorang mentor dan inspirasi bagi generasi muda. Pengaruhnya dalam dunia akademik akan terus dikenang dan dihargai.
Profesor Sebastian Margino adalah contoh nyata dari komitmen terhadap pendidikan dan penelitian. Kehilangan ini menjadi pengingat akan pentingnya dedikasi dalam dunia akademik dan dampak yang dapat ditinggalkan oleh seorang individu.
Details remain unconfirmed.














