Key moments
Finalissima 2026 yang seharusnya mempertemukan Timnas Argentina dan Spanyol pada 27 Maret mendatang dibatalkan. Pembatalan ini disebabkan oleh situasi politik yang tidak stabil di Timur Tengah, yang membuat penyelenggaraan pertandingan menjadi tidak memungkinkan.
Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) dan UEFA tidak mencapai kesepakatan mengenai lokasi pertandingan, yang awalnya direncanakan di Stadion Lusail, Qatar. AFA mengungkapkan, “Sayangnya, UEFA mengumumkan bahwa penyelenggaraan pertandingan pada 31 Maret – hanya empat hari setelah usulan awal – tidak mungkin dilakukan, sehingga mengakibatkan pembatalan final Finalissima.”
Argentina kini kehilangan kesempatan berharga untuk menghadapi tim Eropa sebelum Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan dimulai pada 11 Juni 2026. Lionel Scaloni, pelatih Timnas Argentina, merasakan dilema yang tak terduga terkait agenda timnya di FIFA Matchday kali ini.
Setelah pembatalan ini, Argentina dijadwalkan akan berlatih di dalam negeri. Namun, AFA kabarnya akan mencari lawan pengganti meski terkendala mepetnya waktu dengan kalender internasional. Situasi ini membuat tim harus segera menemukan solusi untuk tetap mempersiapkan diri menjelang Piala Dunia.
Di sisi lain, Spanyol telah menemukan lawan pengganti, yaitu Serbia, untuk pertandingan yang juga dijadwalkan pada 27 Maret. Sementara itu, Spanyol akan tetap bertemu Mesir pada 31 Maret di Spanyol, yang memberikan kesempatan bagi mereka untuk tetap bermain di bulan tersebut.
Dengan pembatalan Finalissima, Argentina harus memikirkan langkah-langkah alternatif. “Mengingat situasi ini, AFA masih memiliki waktu untuk menyiapkan rencana alternatif bagi Argentina dalam upaya mempertahankan gelar juara dunia,” ungkap sumber yang tidak disebutkan namanya.
Details remain unconfirmed. Sementara itu, para penggemar dan pengamat sepak bola menantikan bagaimana Argentina akan merespons situasi ini dan siapa yang akan menjadi lawan pengganti mereka dalam waktu dekat.











