The numbers
Pada 15 Maret 2026, Kimi Antonelli berhasil meraih kemenangan di Formula 1 GP China yang berlangsung di Sirkuit Shanghai Park. Kemenangan ini menjadi tonggak sejarah bagi Antonelli, yang mencatatkan diri sebagai pembalap termuda kedua yang memenangkan Grand Prix, dengan usia 19 tahun dan 202 hari. Sebelumnya, Antonelli juga telah mencetak rekor sebagai pole sitter termuda dalam sejarah F1 pada usia 19 tahun dan 201 hari.
Dalam balapan tersebut, Antonelli menyelesaikan 56 lap dengan keunggulan 5.515 detik di depan George Russell. Kemenangan ini merupakan yang pertama bagi Antonelli sejak bergabung dengan tim Mercedes AMG Petronas tahun lalu. Namun, balapan ini tidak berjalan mulus bagi semua pembalap, di mana empat pembalap, termasuk Lando Norris dan Alex Albon, tidak dapat memulai balapan akibat masalah teknis.
Max Verstappen, salah satu pembalap terkemuka, mengalami masalah pada sistem pendingin mobilnya dan tidak dapat menyelesaikan balapan. Setelah balapan, Verstappen mengungkapkan kekecewaannya terhadap regulasi baru F1, menyebutkan, “Ini buruk sekali. Saya tidak tahu. Kalau ada yang menyukai ini, berarti mereka tidak benar-benar tahu seperti apa balapan itu.” Ia juga menambahkan, “Ini sama sekali tidak menyenangkan. Rasanya seperti bermain Mario Kart. Ini bukan balapan.”
Reaksi positif datang dari Toto Wolff, kepala tim Mercedes, yang memuji kemampuan Antonelli dalam menghadapi tekanan. Wolff menyatakan, “Salah satu yang paling berkesan adalah Kimi bertindak dengan begitu dewasa dan tenang dalam menghadapi masalah. Di luar kemampuan mengemudikan mobil dengan cepat, ketahanan mental adalah kunci sukses seorang pembalap dan itulah yang ditunjukkan Kimi saat ini.”
Kimi Antonelli juga mencatatkan waktu yang mengesankan, meskipun ia tertinggal dari beberapa pembalap lainnya, seperti Lewis Hamilton dan Charles Leclerc, dengan selisih waktu 25.267 detik dan 28.894 detik, masing-masing. Namun, keunggulannya atas George Russell menunjukkan performa yang sangat baik di sirkuit tersebut.
Dengan kemenangan ini, Antonelli menunjukkan bahwa ia adalah salah satu pembalap muda yang patut diperhitungkan di dunia F1. Kemenangan ini tidak hanya menambah koleksi trofi bagi Mercedes AMG Petronas, tetapi juga menegaskan posisi Antonelli sebagai bintang masa depan dalam olahraga balap ini.
Ke depan, para pengamat dan penggemar F1 akan menantikan bagaimana Antonelli akan melanjutkan performanya di balapan selanjutnya. Apakah ia dapat mempertahankan momentum ini dan bersaing dengan pembalap-pembalap senior lainnya? Waktu akan menjawab pertanyaan ini, dan semua mata akan tertuju pada balapan berikutnya di sirkuit-sirkuit yang akan datang.











