Nilai tukar rupiah pada Senin pagi melemah 16 poin atau 0,09 persen terhadap dolar Amerika Serikat, dengan kurs rupiah melorot menjadi Rp16.996 per dolar AS di pasar spot.
Kurs rupiah turun dibandingkan kurs sebelumnya yang berada di level Rp16.980 per dolar AS. Pada pembukaan perdagangan, rupiah dibuka pada level Rp16.997 per dolar AS, atau melemah 0,10 persen dibandingkan penutupan Kamis pekan lalu di Rp16.980 per dolar AS.
Pergerakan nilai tukar ini menunjukkan tren penurunan yang berlanjut, di mana kurs rupiah melemah menjadi Rp17.002 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.983 per dolar AS.
Kepala Ekonom Bank Mandiri memperkirakan bahwa hari ini, nilai tukar rupiah akan bergerak di kisaran level Rp16.966 hingga Rp17.050 per dolar AS. Perkiraan ini mencerminkan ketidakpastian yang ada di pasar.
Nilai tukar rupiah yang melemah ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi global dan kebijakan moneter yang diterapkan oleh Bank Indonesia.
Seiring dengan perkembangan ini, para pelaku pasar akan terus memantau situasi dan reaksi dari pihak-pihak terkait, termasuk bank sentral dan investor asing.
Rupiah yang melemah dapat berdampak pada inflasi dan daya beli masyarakat, sehingga penting untuk mengawasi pergerakan nilai tukar ini ke depan.
Details remain unconfirmed.














