Peningkatan pasokan air bersih di Kota Pekalongan menjadi 180 liter per detik akan mulai berlaku pada 19 Maret 2026. Langkah ini diambil oleh Perumda Tirtayasa untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang meningkat menjelang Hari Raya Idulfitri.
Perumda Tirtayasa sebelumnya menyediakan pasokan air sebesar 150 liter per detik. Dengan penambahan ini, diharapkan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan air bersih, terutama saat kebutuhan meningkat selama bulan Ramadan.
Namun, untuk memastikan kualitas pelayanan, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Tengah melakukan inspeksi terhadap delapan sumur produksi. Inspeksi ini mengharuskan beberapa sumur dimatikan sementara, yang dijadwalkan selesai pada 17 Maret 2026.
Selama proses inspeksi, Perumda Tirtayasa akan melakukan dropping air bersih ke wilayah-wilayah yang terdampak. Muhammad Affan, perwakilan dari Perumda Tirtayasa, menyatakan, “Pelayanan menjelang Lebaran sudah kami optimalkan dari seluruh sumber produksi yang ada.”
Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid, juga memberikan dukungan terhadap upaya ini dengan mengatakan, “Pemerintah Kota Pekalongan tentu mendukung upaya Perumda Tirtayasa dalam memastikan pelayanan air bersih tetap terjaga.” Ia juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak.
Dengan peningkatan pasokan air ini, diharapkan masyarakat Kota Pekalongan dapat menjalani ibadah puasa dan merayakan Hari Raya Idulfitri dengan lebih nyaman. Namun, detail lebih lanjut mengenai dampak dari penutupan sumur produksi masih perlu dikonfirmasi.














