Pemerintah Indonesia mengumumkan bahwa pada tanggal 13 Februari 2026, sistem desil akan diterapkan dalam program bantuan sosial (bansos) untuk meningkatkan akurasi penyaluran bantuan kepada masyarakat. Metode ini membagi masyarakat ke dalam 10 kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi.
Desil 1 hingga 4 menjadi prioritas utama penerima bantuan sosial. Kelompok ini terdiri dari desil 1 yang mencakup masyarakat sangat miskin atau miskin ekstrem, desil 2 untuk kelompok miskin, desil 3 untuk hampir miskin, dan desil 4 untuk kelompok rentan miskin. Sementara itu, desil 5 mencakup kelompok ekonomi pas-pasan atau mendekati kelas menengah.
Menurut sumber resmi, status desil ini akan menentukan peluang masyarakat untuk menerima berbagai bantuan sosial, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan pangan atau sembako. Desil 1 hingga 4 berpeluang menerima PKH, sedangkan desil 1 hingga 5 berpotensi memperoleh bantuan pangan.
Untuk memeriksa status desil bansos, masyarakat dapat menggunakan aplikasi Cek Bansos atau mengunjungi situs resmi Kementerian Sosial. Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat memastikan kelayakan mereka sebagai penerima bantuan.
“Desil adalah metode pengelompokan masyarakat ke dalam 10 kategori berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi,” ungkap seorang pejabat pemerintah. “Semakin kecil angka desil, maka kondisi ekonominya semakin rendah,” tambahnya.
Pemerintah juga menekankan pentingnya akurasi data kesejahteraan. Jika data kesejahteraan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, masyarakat dapat mengajukan pembaruan data. Ini merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa bantuan sosial tepat sasaran.
Program bantuan sosial tahun 2026 ini diharapkan dapat memberikan dukungan yang lebih efektif bagi masyarakat yang membutuhkan. Dengan memanfaatkan basis data kesejahteraan nasional, penyaluran bantuan diharapkan menjadi lebih akurat dan tepat waktu.
Reaksi masyarakat terhadap penerapan sistem desil ini beragam. Beberapa menyambut baik inisiatif ini, sementara yang lain masih menunggu implementasi dan dampaknya di lapangan. Details remain unconfirmed.













