wartawarganews

Latest News, Stories and Updates from Citizens

Data china: Dukungan China untuk Bisnis AI Individual

data china — ID news

China telah mengumumkan langkah baru untuk mendukung bisnis berbasis kecerdasan buatan (AI) dengan memobilisasi aparatur administratifnya untuk memberikan subsidi kepada gelombang baru bisnis individual. Inisiatif ini bertujuan untuk mempercepat adopsi AI dan memberikan ‘jalur kehidupan’ bagi pekerja teknologi yang menghadapi pemecatan massal.

Pemerintah daerah di China, termasuk Suzhou dan Pudong, telah mulai mengkonversi pusat data yang ditinggalkan dan ruang kantor menjadi inkubator gratis untuk pendiri independen. Suzhou, misalnya, telah berkomitmen untuk membangun 30 komunitas OPC dan mendukung 1.000 bisnis individual hingga tahun 2028.

Pudong, distrik di Shanghai, menawarkan untuk menanggung biaya komputasi hingga 300.000 RMB (sekitar 1,14 miliar VND). Sementara itu, Wuhan telah meluncurkan pinjaman khusus dan berjanji untuk menanggung kerugian jika bisnis mengalami gagal bayar.

Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas di mana China mengandalkan kombinasi arahan pemerintah pusat dan kompetisi lokal untuk mempromosikan industri baru. Beberapa pemerintah daerah bahkan telah memberikan subsidi kepada pengusaha untuk mengintegrasikan OpenClaw, agen AI open-source yang sedang tren, ke dalam aplikasi industri.

Seorang perwakilan dari pusat data di Zhejiang mengungkapkan bahwa mereka menawarkan ruang kantor dan komputasi gratis melalui subsidi pemerintah. Namun, prospek untuk startup micro-AI masih tidak pasti, dengan banyak investor percaya bahwa sebagian besar OPC tidak akan menjadi bisnis yang berkelanjutan.

Ma Ruipeng, yang meninggalkan karir pemrograman selama 20 tahun, kini membangun perangkat lunak AI untuk pengembangan aplikasi mobile. Ia menyatakan, “Selama saya bekerja dengan AI, saya tidak akan digantikan olehnya. AI adalah peluang besar bagi saya.”

Di tengah semua ini, gaji profesional teknologi senior di Asia Tenggara telah melampaui gaji di Jepang untuk pertama kalinya, yang menunjukkan pergeseran dalam rantai pasokan global.

Dengan langkah-langkah ini, China berusaha untuk menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi dan kewirausahaan di sektor teknologi, meskipun tantangan tetap ada dalam menciptakan bisnis yang berkelanjutan di pasar yang kompetitif.