What observers say
“Kami harus mempertahankan sikap rendah hati, bersikap alami, dan terus bekerja keras. Kami melangkah selangkah demi selangkah,” ungkap Cesc Fabregas, pelatih Como 1907, setelah timnya meraih kemenangan penting atas AS Roma dengan skor 2-1 pada 16 Maret 2026. Kemenangan ini membawa Como naik ke peringkat keempat Liga Italia dengan 54 poin, sementara Roma terpaksa puas di peringkat keenam dengan 51 poin.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Como menunjukkan performa yang mengesankan. Meskipun Roma membuka skor lebih dulu melalui gol penalti Donyell Malen pada menit ketujuh, Como tidak menyerah. Mereka berhasil menyamakan kedudukan berkat gol Tasos Douvikas pada menit ke-59, sebelum Diego Carlos mencetak gol kedua untuk Como pada menit ke-79.
Keberhasilan Como tidak lepas dari penguasaan bola yang dominan, di mana mereka mencatatkan 66 persen penguasaan bola dan melakukan 22 tembakan sepanjang pertandingan. Dengan 2,22 expected goals, Como menunjukkan ketajaman dalam serangan, meskipun Roma juga memiliki peluang yang cukup baik.
Namun, Roma harus bermain dengan sepuluh orang setelah Wesley menerima kartu merah pada menit ke-64. Keputusan ini jelas mempengaruhi dinamika permainan, dan Como memanfaatkan situasi tersebut untuk meraih kemenangan. Fabregas menekankan pentingnya kerja keras dan sikap rendah hati dalam timnya, yang kini telah mengumpulkan 11 poin dari 10 laga setelah tertinggal.
“Como adalah tim yang kuat, tetapi saya tidak respek dengan sikap mereka di dalam dan sisi lapangan,” kata Gian Piero Gasperini, pelatih Roma, yang tampaknya kecewa dengan hasil tersebut. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa Como, di bawah arahan Fabregas, mampu bersaing dengan tim-tim besar di Liga Italia.
Fabregas, yang baru saja memulai karier kepelatihannya di Italia, telah berhasil mengangkat derajat Como 1907. Dia menyatakan, “Ketika seorang pelatih membangun sebuah tim, Anda perlu menyampaikan ide-ide, mempelajari pemain Anda secara hati-hati, serta memahami karakter dan identitas mereka.” Ini menunjukkan pendekatan strategis yang dia terapkan untuk mengembangkan timnya.
Dengan hasil ini, Como semakin percaya diri dalam menghadapi pertandingan-pertandingan selanjutnya. Mereka kini berada dalam posisi yang baik untuk terus bersaing di papan atas Liga Italia. Kemenangan ini juga menjadi sinyal positif bagi para penggemar dan manajemen klub, yang berharap tim ini dapat mempertahankan performa baiknya di sisa musim.
Como adalah anomali bagi sepak bola Italia, dan dengan pelatih seperti Fabregas, mereka berpotensi untuk terus mengejutkan lawan-lawan mereka di liga. Para penggemar menantikan bagaimana tim ini akan melanjutkan perjalanan mereka di kompetisi yang ketat ini.














