Menjelang mudik Lebaran 2026, Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia telah menyiapkan layanan cek CCTV jalan tol secara online. Layanan ini bertujuan untuk membantu masyarakat memperoleh informasi lalu lintas secara cepat dan akurat.
Pemudik kini dapat memantau kondisi lalu lintas secara langsung melalui kamera pengawas atau CCTV yang dikelola oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) di Indonesia. Dengan akses ini, pemudik dapat melihat kondisi jalan secara real-time sebelum berangkat atau saat perjalanan.
Prediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan akan terjadi pada tanggal 14-15 Maret untuk gelombang pertama dan 18-19 Maret untuk gelombang kedua. Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyatakan, “Prediksi puncak arus mudik (gelombang pertama) ini kemungkinan terjadi di tanggal 14-15 Maret,” dan menambahkan, “Sementara prediksi puncak arus mudik (kedua) ada di tanggal 18-19 Maret.”
Portal resmi untuk cek CCTV jalan tol dapat diakses melalui https://mudik.pu.go.id/cctv-tol, sedangkan untuk jalan nasional atau non tol dapat diakses di https://mudik.pu.go.id/cctv-ai. Selain itu, kamera pengawas lalu lintas juga tersedia melalui sistem milik Kementerian Perhubungan.
CCTV live streaming dari Kementerian Perhubungan dapat diakses melalui mudik.kemenhub.go.id, dan aplikasi Travoy serta Tol Kita juga menyediakan layanan serupa untuk memantau kondisi jalan tol.
Dengan adanya layanan ini, diharapkan pemudik dapat merencanakan perjalanan mereka dengan lebih baik, menghindari kemacetan, dan memanfaatkan informasi lalu lintas yang akurat. Diskon tarif tol sebesar 30% juga akan diberlakukan saat arus balik Lebaran 2026, memberikan insentif tambahan bagi pemudik.
Secara keseluruhan, layanan CCTV tol ini menjadi langkah penting dalam mendukung kelancaran arus mudik, memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memantau kondisi lalu lintas secara langsung.














