<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cuaca News – Warta Warga News</title>
	<atom:link href="https://wartawarganews.com/category/weather-2/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://wartawarganews.com/category/weather-2/</link>
	<description>Latest News, Stories and Updates from Citizens</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Apr 2026 04:51:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://wartawarganews.com/wp-content/uploads/2026/03/cropped-warta-favicon-32x32.png</url>
	<title>Cuaca News – Warta Warga News</title>
	<link>https://wartawarganews.com/category/weather-2/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>El Niño: Dampak Kekeringan di Indonesia 2026</title>
		<link>https://wartawarganews.com/el-nino-dampak-kekeringan-di-indonesia-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 04:51:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[Sains]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[El Niño]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[inflasi pangan]]></category>
		<category><![CDATA[kekeringan]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[produksi pangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/el-nino-dampak-kekeringan-di-indonesia-2026/</guid>

					<description><![CDATA[<p>El Niño yang terjadi pada 2026 diprediksi akan memicu kekeringan lebih panjang di Indonesia, mempengaruhi banyak daerah dan produksi pangan.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/el-nino-dampak-kekeringan-di-indonesia-2026/">El Niño: Dampak Kekeringan di Indonesia 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>El Niño adalah fenomena iklim yang disebabkan oleh pemanasan suhu permukaan laut di atas normal di Samudera Pasifik tengah dan timur. Pada tahun 2026, fenomena ini diprediksi akan memicu musim kemarau yang lebih panjang dan kering dari biasanya di Indonesia.</p>
<p>Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sekitar 7 persen zona musiman telah memasuki musim kemarau pada April 2026. Diperkirakan 325 zona musiman, atau 46,5 persen dari area, akan mengalami awal musim kemarau yang lebih cepat.</p>
<p>Lebih lanjut, 61,4 persen dari area diperkirakan akan terpengaruh oleh puncak musim kemarau pada Agustus 2026. Selain itu, 64,5 persen zona musiman diperkirakan akan mengalami curah hujan di bawah normal.</p>
<p>El Niño sering kali terkait dengan risiko kekeringan parah di pulau Jawa dan Bali-Nusa Tenggara. Sementara itu, daerah timur laut seperti Sulawesi, Halmahera, dan Maluku kemungkinan akan mengalami curah hujan tinggi dan banjir akibat fenomena ini.</p>
<p>Dalam konteks produksi pangan, pada tahun 2023, produksi beras di Indonesia mengalami penurunan sekitar 645.090 ton akibat dampak El Niño. Produksi jagung juga turun sebesar 10,03 persen secara tahunan, yang berkontribusi terhadap inflasi pangan yang tidak stabil.</p>
<p>Inflasi pangan yang tidak stabil tercatat sebesar 6,73 persen (yoy) pada Desember 2023 dan meningkat menjadi 10,33 persen (yoy) pada Maret 2024. Hal ini menunjukkan dampak signifikan dari perubahan iklim terhadap ketahanan pangan di Indonesia.</p>
<p>Menurut NOAA, ada kemungkinan 61% transisi menuju El Niño mulai Mei 2026, dengan kemungkinan 55% bahwa kondisi netral akan beralih ke El Niño selama Mei-Juni-Juli 2026.</p>
<p>Sulastin, Kepala BPBD Kutim, menyatakan, &#8220;Dampak utama El Niño itu biasanya kekeringan parah, kebakaran hutan, penurunan hasil panen, dan peningkatan suhu.&#8221; Ia juga menekankan pentingnya tanggung jawab bersama dalam mitigasi dan sosialisasi kepada masyarakat.</p>
<p>Muhamad Rifki Maulana menambahkan, &#8220;Dengan pendekatan spasial, pengendalian inflasi pangan di tengah kondisi iklim ekstrem tidak lagi sekadar upaya stabilisasi harga jangka pendek.&#8221;</p>
<p>Dengan perkembangan ini, para pengamat dan pejabat memperkirakan bahwa Indonesia akan menghadapi tantangan besar dalam mengelola dampak El Niño terhadap iklim dan ketahanan pangan di masa mendatang.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/el-nino-dampak-kekeringan-di-indonesia-2026/">El Niño: Dampak Kekeringan di Indonesia 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
