Giuseppe Sciacca ditangkap di Catania pada 23 Maret 2026 setelah dijatuhi hukuman 4 tahun 5 bulan penjara oleh Corte di Assise di Appello Torino. Penangkapan ini merupakan hasil dari proses hukum yang panjang terkait dengan kasus pembuatan dan kepemilikan bahan peledak.
Sciacca sebelumnya terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan, termasuk pelemparan bom molotov ke kantor polisi Carabinieri di Catania pada tahun 2004. Ia juga ditangkap pada tahun 2008 karena melempar bahan peledak ke kantor Polisi Municipal Parma. Tindakan-tindakan ini menunjukkan pola perilaku yang berulang dalam aktivitas kriminalnya.
Pada tahun 2019, Sciacca ditangkap dalam operasi ‘Scintilla’, yang berfokus pada penanganan kelompok anarkis. Setelah penangkapannya, ia menghabiskan waktu antara tahun 2021 dan 2023 di Spanyol, di mana ia terlibat dalam aktivitas kelompok anarkis lokal.
Pada 13 Maret 2026, Kejaksaan Agung di Pengadilan Banding Torino mengeluarkan perintah penangkapan terhadap Sciacca, yang kemudian mengarah pada penangkapannya di Catania. Hukuman yang dijatuhkan padanya mencakup denda sebesar 17 ribu euro, menambah beban hukum yang harus ia tanggung.
Sciacca dikenal karena sejumlah aksinya, baik di dalam maupun luar negeri, yang telah menarik perhatian pihak berwenang. Penangkapannya di Catania menandai langkah penting dalam upaya penegakan hukum terhadap individu yang terlibat dalam aktivitas kriminal terkait bahan peledak.
Details remain unconfirmed.












