Ketegangan antara Bupati Lebak, Hasbi Asyidiki Jayabaya, dan Wakil Bupati, Amir Hamzah, mencuat setelah insiden yang terjadi pada acara halal bihalal di Pendopo Bupati Lebak pada 30 Maret 2026. Sebelumnya, hubungan antara keduanya tampak berjalan normal, meskipun Amir Hamzah, yang merupakan mantan narapidana dalam kasus suap terkait Pilkada 2013, sering kali menghadapi komentar pedas dari Hasbi.
Namun, situasi berubah ketika Hasbi secara terbuka menyebut Amir sebagai mantan narapidana dalam pidatonya. Komentar ini langsung memicu reaksi dari Amir, yang merasa terhina karena dianggap tidak relevan dengan konteks pekerjaan mereka. “Saya merasa terhina saat itu karena di khalayak umum dia bicara pribadi, dan tidak ada kaitan dengan pekerjaan, makanya spontan saya ingin peringatkan,” ungkap Amir.
Amir Hamzah, yang sebelumnya telah mengalami perlakuan serupa dari Hasbi, merasa bahwa pernyataan tersebut tidak hanya merugikan dirinya secara pribadi, tetapi juga dapat berdampak negatif pada posisi politik Hasbi. “Kalau saya akan melaksanakan tugas saya terus, justru yang harus diperhatikan adalah sifat bupati, menurut saya sikap demikian itu merugikan secara politik, merugikan bupati,” jelas Amir.
Insiden ini juga menarik perhatian keluarga Amir, yang segera turun tangan untuk menenangkan situasi. Meskipun ada ketegangan, Amir tetap optimis bahwa pembangunan infrastruktur di Lebak berjalan dengan baik, terlepas dari konflik yang ada.
Dalam konteks ini, pernyataan Hasbi yang menyebut Amir sebagai mantan napi di depan umum dianggap sebagai penghinaan oleh Amir. “Kalau hanya menyebut nama saya mungkin biasa. Tapi ketika menyebut saya mantan narapidana di depan umum, itu sudah masuk penghinaan,” tegas Amir, menunjukkan betapa seriusnya dampak dari pernyataan tersebut.
Ketegangan ini menyoroti dinamika politik di Lebak, di mana hubungan antara pemimpin daerah dapat dipengaruhi oleh masa lalu dan perilaku publik. Masyarakat kini menantikan bagaimana kedua pihak akan menyelesaikan permasalahan ini dan dampaknya terhadap pemerintahan Pemkab Lebak ke depan.
Dengan situasi yang terus berkembang, perhatian publik terhadap konflik ini semakin meningkat. Detail tetap belum terkonfirmasi mengenai langkah-langkah yang akan diambil oleh kedua belah pihak untuk meredakan ketegangan ini.














