wartawarganews

Latest News, Stories and Updates from Citizens

Bumi saham: Analisis : Potensi dan Tren Terbaru

bumi saham — ID news

Key moments

Saham BUMI menunjukkan potensi untuk menguat ke level resistance dengan target harga terdekat di kisaran Rp 211 hingga Rp 217. Pada 17 Maret 2026, saham BUMI tercatat menguat 0,98% di level Rp 206, meskipun dalam sepekan terakhir mengalami penurunan sebesar 14,17% dan turun 29,4% dalam sebulan terakhir.

Harga saham BUMI memiliki area support di Rp 197 hingga Rp 201, yang menjadi titik penting bagi investor. Meskipun mengalami penurunan 43,7% selama periode year to date (ytd), saham ini tetap menjadi sorotan di pasar. Pada 25 Maret 2026, saham BUMI ditutup di harga Rp 226 setelah sempat menyentuh level tertinggi Rp 232.

Nilai transaksi saham BUMI pada tanggal yang sama mencapai sekitar Rp 1,04 triliun, menunjukkan adanya aktivitas perdagangan yang signifikan. Meskipun demikian, net sell asing pada saham BUMI tercatat sebesar Rp 25,1 miliar pada 17 Maret 2026, yang menunjukkan adanya tekanan jual dari investor asing.

Saham BUMI sempat mencapai level tertinggi Rp 484 pada 6 Januari 2026, namun sejak saat itu mengalami fluktuasi yang tajam. Menurut analisis, RSI saham BUMI berada di level 42,5, yang menunjukkan bahwa saham ini mungkin berada dalam kondisi oversold.

“Saham BUMI menjadi sorotan karena likuiditasnya yang dianggap baik di tengah kondisi pasar yang fluktuatif,” ungkap seorang analis yang tidak disebutkan namanya. Langkah BUMI untuk memperbesar eksposur ke bisnis mineral juga dianggap sebagai inisiatif strategis untuk memperbaiki profil Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan, menurut Muhammad Wafi.

Wafi merekomendasikan pembelian saham BUMI dengan target harga Rp 280, yang menunjukkan keyakinan akan potensi penguatan di masa depan. Lonjakan harga yang terjadi pada BUMI mencerminkan peningkatan aktivitas dan partisipasi pasar dalam jangka pendek, meskipun ada tantangan yang harus dihadapi.

Saham BUMI mengalami fluktuasi harga yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir, dan para pengamat pasar akan terus memantau perkembangan ini. Dengan berbagai faktor yang mempengaruhi, termasuk kondisi pasar global dan kebijakan ekonomi domestik, detail tetap belum terkonfirmasi mengenai arah pergerakan saham ini ke depan.