“Bersikaplah di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung,” ujar Mayor Inf Wahyu Hariatmoko, yang juga merupakan komandan Yonif TP 924, dalam sebuah pernyataan yang menekankan pentingnya adaptasi dan kontribusi terhadap masyarakat lokal di Barito Timur.
Yonif TP 924, yang berlokasi di Barito Timur, diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pembangunan daerah dan ketahanan pangan. Pernyataan ini muncul di tengah laporan positif dari PT Bumi Resources Minerals Tbk, yang menunjukkan kinerja keuangan yang mengesankan.
Dalam laporan tahunan, PT Bumi Resources Minerals Tbk melaporkan peningkatan pendapatan sebesar 54% untuk tahun 2025, dengan laba bersih mencapai $50 juta. Produksi emas perusahaan juga meningkat sebesar 11% dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kami siap menjadi bagian penting dalam upaya memajukan, mensejahterakan, dan memakmurkan masyarakat Barito Timur,” tambah Mayor Inf Wahyu Hariatmoko, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Sementara itu, pada tanggal 17 Maret 2026, terjadi gempa bumi berkekuatan 3.5 yang mengguncang daerah Enggano, Bengkulu, dengan pusat gempa terletak 91 km barat laut dari Enggano dan kedalaman 28 km.
Gempa tersebut menambah tantangan bagi masyarakat setempat, namun diharapkan tidak mengganggu rencana pengembangan yang telah disusun oleh pemerintah dan perusahaan.
“Setelah operasi pushback tersebut selesai, kami berharap untuk dapat kembali menambang bijih dengan kadar emas yang lebih tinggi,” ungkap Damar Kusumanto, yang menunjukkan optimisme terhadap masa depan industri pertambangan di wilayah tersebut.
Dengan adanya dukungan dari Yonif TP 924 dan kinerja positif dari PT Bumi Resources Minerals, masyarakat Barito Timur diharapkan dapat merasakan manfaat dari pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Details remain unconfirmed.












