Italia memiliki sejarah yang kuat dalam performa sepak bola, namun dalam beberapa tahun terakhir, mereka menghadapi kegagalan dalam kualifikasi Piala Dunia. Kegagalan terbaru terjadi ketika Italia bertanding melawan Bosnia dan Herzegovina dalam playoff Piala Dunia 2026. Pertandingan ini menjadi momen penting yang menunjukkan betapa sulitnya situasi yang dihadapi oleh tim nasional Italia.
Dalam pertandingan tersebut, Italia memulai dengan baik, mengambil keunggulan lebih dulu melalui gol yang dicetak oleh Moise Kean pada menit ke-15. Namun, situasi berubah drastis ketika Alessandro Bastoni menerima kartu merah pada menit ke-41, membuat Italia harus bermain dengan sepuluh pemain. Keputusan ini menjadi titik balik yang mempengaruhi jalannya pertandingan.
Setelah tertinggal, Bosnia dan Herzegovina berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-79 melalui gol Haris Tabakovic. Dengan hasil imbang, pertandingan dilanjutkan ke adu penalti, di mana Italia mengalami kesulitan. Francesco Pio Esposito gagal mengeksekusi penalti pertama untuk Italia, sementara Bosnia dan Herzegovina berhasil mencetak empat gol dari penalti yang mereka ambil.
Gennaro Gattuso, pelatih Italia, menyampaikan permohonan maaf kepada para penggemar setelah pertandingan. “Saya pribadi meminta maaf karena tidak lolos, tetapi para pemain telah memberikan segalanya,” ujarnya. Kegagalan ini membuat Italia tidak lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya berturut-turut, yang merupakan pertama kalinya dalam sejarah mereka.
Massimo Moratti, mantan presiden Inter Milan, juga memberikan pernyataan mengenai situasi ini. “It hurts to miss out once again – we all live and breathe football, it’s part of the fabric of our nation,” katanya, menekankan rasa sakit yang dirasakan oleh penggemar sepak bola Italia. Sementara itu, Leonardo Spinazzola menambahkan, “Anak-anak Italia akan melihat Piala Dunia lain tanpa Italia,” menunjukkan dampak emosional dari kegagalan ini.
Dengan hasil ini, Bosnia dan Herzegovina berhasil lolos ke Piala Dunia untuk kedua kalinya dalam sejarah mereka. Gennaro Gattuso menyatakan bahwa kekalahan ini adalah “sebuah pukulan yang sulit dicerna” bagi sepak bola Italia. Penjaga gawang Italia, Gianluigi Donnarumma, juga tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan krusial selama pertandingan, meskipun itu tidak cukup untuk menghindari kekalahan.
The numbers
Italia kini telah gagal lolos ke Piala Dunia selama tiga edisi berturut-turut, sebuah catatan yang sangat mengecewakan bagi negara yang memiliki tradisi sepak bola yang kaya. Dalam pertandingan ini, Italia hanya memiliki sepuluh pemain setelah kartu merah Bastoni, yang membuat mereka harus berjuang lebih keras. Sementara itu, Bosnia dan Herzegovina mencatatkan pencapaian penting dengan lolos ke Piala Dunia untuk kedua kalinya, menandai kemajuan yang signifikan dalam sejarah sepak bola mereka.
Dengan situasi ini, banyak pengamat dan pejabat sepak bola Italia yang bertanya-tanya tentang masa depan tim nasional. Apakah Italia akan mampu bangkit dari keterpurukan ini dan kembali ke jalur kemenangan? Detail remain unconfirmed.













