Bodo/Glimt mengalami kekalahan telak 5-0 dari Sporting CP dalam leg kedua babak 16 besar Liga Champions yang berlangsung di Estadio Jose Alvalade, Lisbon, Portugal pada 18 Maret 2026. Dengan hasil ini, Sporting CP melaju ke perempat final dengan agregat 5-3, membalikkan keadaan setelah Bodo/Glimt sebelumnya memiliki keunggulan 3-0 dari leg pertama.
Sporting CP menunjukkan performa yang sangat mengesankan dengan mencatatkan 39 percobaan ke gawang, di mana 14 di antaranya tepat sasaran. Gol pertama Sporting CP dicetak oleh Goncalo Inacio pada menit ke-34, yang memberi tim tuan rumah momentum untuk melanjutkan dominasi mereka. Di menit ke-77, mereka mendapatkan penalti yang dieksekusi dengan baik oleh Luis Suarez, menambah keunggulan mereka.
Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Bodo/Glimt, yang sebelumnya telah mengalahkan tim-tim kuat seperti Inter Milan dengan agregat 5-2 di babak sebelumnya. Pelatih Bodo/Glimt, Kjetil Knutsen, mengungkapkan rasa kecewa setelah pertandingan, menyatakan, “Kami telah menjalani perjalanan yang fantastis lalu memasuki pertandingan di mana menurut saya kami tidak bermain dalam pertandingan. Kami bermain dalam peluang.”
Sporting CP datang ke pertandingan ini dengan kepercayaan diri tinggi, tidak terkalahkan dalam 12 pertandingan terakhir di semua kompetisi. Francisco Trincao, salah satu pemain kunci Sporting CP, menyatakan, “Semua orang percaya, para penggemar juga membuat kami merasakan energi itu. Selama pertandingan, seiring berjalannya waktu, kami menyadari bahwa kami mampu.” Dia juga menambahkan, “Kami memiliki intensitas dan energi yang tepat. Kami melakukan apa yang tidak kami lakukan di sana (Norwegia).”
Bodo/Glimt, meskipun memiliki enam kekalahan di fase grup sebelum mencapai fase knockout, menunjukkan semangat juang yang tinggi. Namun, performa mereka di leg kedua ini tidak cukup untuk menahan gempuran Sporting CP. Tim asal Norwegia ini harus menghadapi kenyataan pahit setelah hasil mengecewakan di Lisbon.
Dengan hasil ini, Sporting CP melanjutkan perjalanan mereka di Liga Champions dan akan berhadapan dengan Arsenal di perempat final. Pertandingan ini diharapkan akan menjadi tantangan yang menarik bagi kedua tim, mengingat Arsenal juga merupakan tim kuat di kompetisi ini.
Detail mengenai performa Bodo/Glimt di masa depan tetap belum terkonfirmasi, namun perjalanan mereka di Liga Champions kali ini telah menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing di level tertinggi meskipun harus menghadapi tim-tim besar. Kemenangan-kemenangan itu seperti kereta kencana yang disulap peri dari labu, mengingat perjalanan mereka yang luar biasa di kompetisi ini.












