Kondisi cuaca panas di Indonesia terjadi pada periode Maret hingga Mei, dipengaruhi oleh posisi matahari yang berada di sekitar ekuator. Saat ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu di beberapa wilayah mengalami peningkatan yang signifikan.
Di Jawa Barat, suhu tercatat mencapai 37,2 derajat Celsius, sedangkan di Jawa Timur suhu mencapai 35 derajat Celsius. Wilayah Kalimantan juga tidak luput dari cuaca panas, dengan suhu mencapai 36,4 derajat Celsius, dan Banten mencatat suhu 36,2 derajat Celsius.
Kondisi ‘panas mendidih’ ini terjadi seiring dengan distribusi hujan yang cenderung bergeser ke wilayah Indonesia bagian timur. Agus Salim Nur dari BMKG menjelaskan, “Kondisi ini menyebabkan intensitas radiasi matahari diterima secara optimal oleh permukaan bumi, sehingga suhu udara pada pagi hingga siang hari akan terasa sangat terik, terutama di wilayah dengan tutupan awan yang minim.”
BMKG memperkirakan cuaca berawan hingga hujan sedang dan suhu panas di wilayah Indonesia masih berpotensi berlangsung hingga lebaran, yang jatuh pada periode 17-23 Maret 2026.
Andri Ramdhani dari BMKG menegaskan bahwa fenomena yang terjadi saat ini bukan gelombang panas atau heatwave, melainkan peningkatan suhu udara. Peningkatan suhu tinggi ini sejalan dengan pergeseran distribusi hujan yang terjadi di wilayah Indonesia.
BMKG memastikan bahwa kondisi yang kini terjadi bukanlah gelombang panas. Peningkatan suhu ini diharapkan dapat diantisipasi oleh masyarakat, terutama dalam kegiatan sehari-hari yang berpotensi terpengaruh oleh cuaca ekstrem.
Dengan adanya informasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan mempersiapkan diri menghadapi cuaca panas yang diperkirakan akan berlangsung dalam waktu dekat.
Details remain unconfirmed.






