Proyek Gas Abadi Blok Masela, yang telah direncanakan sejak lama, kini memasuki fase penting setelah mengalami penundaan selama puluhan tahun. Pada 16 Maret 2026, di Jakarta, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengadakan pertemuan dengan CEO INPEX Corporation, Yulisman, di Tokyo. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mendorong percepatan pengembangan proyek.
Investasi untuk proyek Blok Masela diperkirakan mencapai sekitar US$20 miliar, atau setara lebih dari Rp339 triliun. Proyek ini diharapkan dapat memproduksi gas sebesar 9 Million Tonnes Per Annum (MTPA), yang akan memberikan kontribusi signifikan terhadap kebutuhan energi nasional.
Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah-langkah penting untuk mendukung proyek ini. Persetujuan pelepasan kawasan hutan untuk proyek ini diterbitkan pada Januari 2026, dan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) diterbitkan pada 13 Februari 2026. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengembangkan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Dalam pertemuan tersebut, Bahlil Lahadalia menargetkan tahapan Front End Engineering Design (FEED) dapat dimajukan pada kuartal kedua atau ketiga tahun 2026. Selain itu, tender Engineering Procurement Construction (EPC) juga direncanakan pada tahun yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa proyek Blok Masela semakin dekat untuk direalisasikan.
Yulisman menyatakan, “Kami menyambut baik langkah pemerintah yang terus mendorong percepatan pengembangan Blok Masela.” Pernyataan ini mencerminkan optimisme dari pihak INPEX terhadap kelanjutan proyek yang telah lama dinanti-nanti ini.
Namun, pemerintah juga mempersiapkan langkah cadangan. Jika tidak ada pembeli luar negeri hingga akhir April 2026, pemerintah Indonesia akan membeli gas dari proyek ini untuk memastikan produksi tetap berjalan.
Yan Zamora Noach, seorang pemuda yang terlibat dalam program kerja terkait proyek ini, menekankan pentingnya inovasi dan kreasi dalam mendukung pengembangan proyek. Ia mengatakan, “Kita tidak bisa menunggu bola, kita harus menjemput bola,” menunjukkan semangat proaktif yang diperlukan dalam menghadapi tantangan.
Dengan semua langkah yang diambil, proyek Blok Masela kini berada pada jalur yang tepat untuk memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia dan memenuhi kebutuhan energi nasional. Masyarakat dan pemangku kepentingan berharap agar proyek ini dapat segera terealisasi dan memberikan manfaat yang luas.












