Bagaimana dampak dari penurunan saham BBNI pada hari ex date dividen? Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) anjlok 8,66% ke harga Rp 4.010 pada 25 Maret 2026, yang bertepatan dengan hari ex date dividen.
Penurunan ini membawa kapitalisasi pasar BBNI menjadi Rp 149,56 triliun. Pada saat yang sama, IHSG dibuka merosot 0,50% ke level 7.071, dengan nilai transaksi tercatat Rp 1,62 triliun dan volume mencapai 2,70 miliar.
Selain BBNI, saham bank lain dalam kelompok Himbara juga mengalami penurunan. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 0,86% ke Rp 3.450, sementara saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terkoreksi 1,27% ke Rp 4.670, dan saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) tergelincir 1,18% ke Rp 1.255.
BBNI telah menetapkan dividen sebesar Rp 349,41 per saham, dengan pencairan dividen dijadwalkan pada 7 April 2026. Cum date untuk dividen ini adalah 17 Maret 2026, yang menunjukkan bahwa investor yang membeli saham sebelum tanggal tersebut berhak menerima dividen.
Dividend yield BBNI berada di kisaran 7,96 persen, yang menunjukkan potensi imbal hasil yang menarik bagi para investor. Namun, penurunan harga saham pada hari ex date dividen ini menimbulkan pertanyaan mengenai sentimen pasar terhadap saham BBNI.
Merosotnya saham perbankan Himbara terjadi di hari ex date dividen, yang sering kali menjadi momen kritis bagi investor. Penurunan harga saham di hari ini dapat mencerminkan reaksi pasar terhadap distribusi dividen yang diumumkan.
Dengan penurunan ini, investor dan analis akan terus memantau pergerakan saham BBNI dan dampaknya terhadap sektor perbankan secara keseluruhan. Apakah tren ini akan berlanjut atau ada pemulihan yang diharapkan dalam waktu dekat? Details remain unconfirmed.













