Cum date dividen merupakan periode terakhir investor dapat membeli saham agar berhak menerima dividen. Untuk PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), cum date dividen untuk tahun buku 2025 dijadwalkan jatuh pada 27 Maret 2026.
Menjelang cum date tersebut, Lianawaty Suwono melakukan pembelian 300.000 unit saham BBCA pada 16 Maret 2026 dengan harga Rp 6.750 per saham. Total dana yang dikeluarkan untuk pembelian saham tersebut mencapai Rp 2,02 miliar.
Dividen yang akan dibayarkan untuk tahun buku 2025 adalah sebesar Rp 336 per saham, dengan sisa dividen yang akan dibayarkan sebesar Rp 281 per saham. Harga saham BBCA ditutup pada Rp 6.775 per saham pada 17 Maret 2026, menunjukkan sedikit kenaikan setelah pembelian Lianawaty.
Namun, saham BBCA mengalami penurunan yang signifikan, anjlok 16,1% sepanjang tahun 2026. Dalam sepekan terakhir, saham BBCA melemah 2,87%, dan turun 5,9% dalam sebulan terakhir. Selain itu, terdapat net sell asing yang mencapai Rp 216,8 miliar pada 17 Maret 2026.
Dengan potensi dividend yield mencapai sekitar 4,15%, investor masih melihat peluang dalam saham BBCA meskipun kondisi pasar yang tidak stabil. Observasi dari para analis menunjukkan bahwa investor harus mempertimbangkan risiko yang ada sebelum melakukan investasi lebih lanjut.
Details remain unconfirmed.













