wartawarganews

Latest News, Stories and Updates from Citizens

Bais TNI adalah Pelaku Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus

bais tni adalah — ID news

TNI menjamin seluruh proses hukum akan berjalan secara transparan. Empat prajurit dari Detasemen Markas (Denma) Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI ditahan sebagai pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus yang terjadi pada 12 Maret 2026 di Jakarta.

Keempat prajurit yang ditahan terdiri dari tiga perwira pertama dan satu bintara, yang berasal dari matra Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU). Mereka adalah Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES.

Andrie Yunus mengalami luka bakar 24 persen akibat insiden tersebut. Penyelidikan internal TNI menemukan kejanggalan pascainsiden di Salemba, yang memicu penahanan para prajurit.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa anggotanya sedang bekerja untuk mengusut kasus ini. Penyidik telah mengajukan permohonan visum et repertum ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mendalami lebih lanjut kondisi Andrie.

TNI menerapkan Pasal 467 KUHP sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang penganiayaan, dengan ancaman hukuman penjara mulai dari 4 hingga 7 tahun bagi para tersangka. Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasrullah menegaskan, “Kami tidak akan menutup-nutupi hasil penyelidikan ini kepada publik.”

Mayor Jenderal Yusri Nuryanto juga menambahkan, “Kami masih mendalami peran masing-masing, siapa berbuat apa.” Pernyataan ini menunjukkan keseriusan TNI dalam menangani kasus ini.

Habiburokhman, anggota Komisi III DPR, menilai aksi penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus sebagai kejahatan terhadap demokrasi. Ia menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk resistensi atau perlawanan terhadap komitmen pemerintahan Presiden Prabowo untuk memaksimalkan perlindungan, pemajuan, dan pemenuhan hak asasi manusia.

Saat ini, TNI sedang menyelesaikan pemberkasan dari keempat tersangka untuk segera dilimpahkan kepada Oditurat Militer. Proses hukum yang transparan diharapkan dapat memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi TNI.

Details remain unconfirmed.