Pemerintah Indonesia berupaya meningkatkan cadangan energi dan produksi minyak migas dalam negeri. Saat ini, cadangan energi nasional berada di atas 21 hari, dengan target pemerintah untuk memperkuat cadangan hingga setara 90 hari. Namun, Shell Indonesia melaporkan mengalami kelangkaan stok BBM di sejumlah SPBU.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menanggapi situasi ini dengan mendorong kerja sama bisnis-to-bisnis (B2B) untuk mengatasi masalah pasokan BBM. “Bagi kelompok-kelompok yang pengin untuk tetap survive dan punya stok, ya silakan berkolaborasi dengan badan-badan usaha lain,” ujarnya.
Pemerintah juga merencanakan penghentian impor solar pada April 2026, seiring dengan beroperasinya Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Bahlil menegaskan, “Pemerintah berencana menghentikan impor solar pada April 2026 seiring dengan beroperasinya Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.”
Impor solar dengan angka setana (CN) 48 sudah tidak diberikan kuota sejak awal tahun 2026. Saat ini, cadangan operasional Indonesia dapat bertahan selama 21 hingga 23 hari dalam kondisi normal. Pemerintah juga fokus memastikan pasokan bensin untuk Idulfitri 2026 terjaga.
Shell Indonesia menyatakan, “Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait permohonan rekomendasi impor BBM tahun 2026 sesuai dengan tata laksana yang berlaku.” Hal ini menunjukkan adanya upaya untuk mengatasi kelangkaan yang terjadi di lapangan.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan pasokan BBM di Indonesia dapat lebih terjamin dan tidak terganggu, terutama menjelang periode-periode penting seperti Idulfitri. Targetnya, pada akhir 2027, kilang Indonesia mampu memproduksi BBM jenis RON 92, RON 95, dan RON 98.
Penguatan cadangan energi dan produksi dalam negeri menjadi prioritas pemerintah untuk memastikan kemandirian energi. Observasi dari para pejabat menunjukkan bahwa langkah-langkah ini diharapkan dapat memberikan solusi jangka panjang terhadap masalah pasokan BBM yang ada.
Details remain unconfirmed.













