Sebelum perkembangan terbaru ini, situasi di Timur Tengah, khususnya antara Iran dan Amerika Serikat, telah mengalami ketegangan yang signifikan. Mobilisasi militer dan ancaman saling dilontarkan, menciptakan suasana yang tidak stabil di kawasan tersebut.
Pada 25 Maret 2026, Wall Street Journal melaporkan bahwa Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran, dan Abbas Araghchi telah dihapus dari daftar target AS-Israel selama empat hingga lima hari. Pencabutan ini dimaksudkan untuk memberikan ruang bagi potensi diplomasi di tengah ketegangan yang meningkat.
Perubahan ini terjadi setelah Ghalibaf disebut oleh Donald Trump sebagai calon pemimpin Iran. Meskipun demikian, pemerintah Iran dengan tegas membantah bahwa pembicaraan langsung dengan AS sedang berlangsung.
Ghalibaf kemudian mengeluarkan peringatan kepada negara-negara tetangga agar tidak membantu kekuatan asing. Ia menyatakan, “Pasukan kami memantau setiap jengkal pergerakan musuh. Jika mereka melangkah, seluruh infrastruktur vital negara regional tersebut akan menjadi target serangan tanpa henti.” Peringatan ini ditujukan kepada negara-negara yang dicurigai berkolaborasi dengan AS.
Situasi semakin memanas setelah AS dan Israel melakukan serangan bersama terhadap target-target Iran pada 28 Februari 2026. Ghalibaf menegaskan bahwa pasukan Iran sedang memantau pergerakan musuh, dan Pentagon telah memobilisasi sekitar 8.000 pasukan darat AS di kawasan tersebut, termasuk 3.000 pasukan Airborne dari Divisi 82 dan 4.700 Marinir dari Unit Ekspedisi Marinir ke-31 dan ke-11.
Ghalibaf juga mengingatkan bahwa Iran tidak akan ragu untuk membuka front baru, termasuk melancarkan serangan terhadap kapal-kapal di Laut Merah untuk melumpuhkan jalur perdagangan dunia. Pencabutan sementara dari daftar target ini menunjukkan adanya upaya untuk meredakan ketegangan, tetapi juga menandakan bahwa situasi tetap sangat rentan.
Dengan ketegangan yang terus meningkat, dampak dari perubahan ini terhadap hubungan internasional dan stabilitas regional masih harus dilihat. Detail tetap belum terkonfirmasi mengenai langkah-langkah selanjutnya yang akan diambil oleh pihak-pihak terkait.













