What observers say
“وَلِتُكْمِلُواْ ٱلۡعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمۡ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ”. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya takbiran dalam konteks syukur kepada Allah SWT atas petunjuk-Nya. Takbiran dimulai sejak malam 1 Syawal hingga pelaksanaan shalat Idul Fitri, menjadi momen yang dinanti-nanti oleh umat Islam di seluruh dunia.
Bacaan takbir umumnya dilafalkan sebanyak tiga kali: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada tuhan selain Allah. Allah Maha Besar. Segala puji bagi-Nya.” Bacaan ini bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga merupakan dzikir yang mendalam kepada Allah SWT, yang mengingatkan umat untuk bersyukur atas segala nikmat yang diberikan.
Takbiran Idul Fitri dibatasi sampai khutbah sholat Idul Fitri, sehingga umat Islam disunnahkan untuk memperbanyak takbir dalam menyambut hari raya ini. Hal ini menunjukkan bahwa takbiran bukan hanya ritual, tetapi juga merupakan ungkapan rasa syukur dan pengagungan kepada Allah.
Tradisi takbiran dilakukan di masjid, mushala, dan lingkungan masyarakat. Ini menciptakan suasana kebersamaan dan kegembiraan di antara umat Islam, baik laki-laki maupun perempuan, musafir maupun mukim. “Disunnahkan takbir bagi laki-laki dan perempuan, musafir dan mukim, baik yang sedang di rumah, jalan, masjid, ataupun pasar,” ungkap seorang tokoh agama.
1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, dan menjadi momentum bagi umat Islam untuk merayakan Idul Fitri setelah sebulan berpuasa. Takbiran menjadi salah satu cara untuk menyambut hari yang penuh berkah ini, di mana umat Islam berkumpul untuk melaksanakan ibadah dan saling berbagi kebahagiaan.
Dengan makna yang mendalam, takbiran Idul Fitri menjadi lebih dari sekadar tradisi tahunan. Ini adalah ibadah yang mengingatkan umat Islam akan pentingnya bersyukur dan mengagungkan Allah SWT. Umat Islam di seluruh dunia diharapkan dapat memaknai takbiran dengan sepenuh hati, sebagai ungkapan rasa syukur atas segala nikmat yang telah diterima.
Dalam pelaksanaannya, takbiran juga menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama umat Islam. Dengan berkumpul dan melafalkan takbir bersama, diharapkan dapat menciptakan rasa persatuan dan kebersamaan di antara umat. Hal ini menjadi sangat penting, terutama di tengah tantangan yang dihadapi oleh masyarakat saat ini.













