Austria baru saja mencatat kemenangan signifikan dengan mengalahkan Ghana 5-1 dalam pertandingan persahabatan yang berlangsung di Wina. Kemenangan ini menjadi bagian dari persiapan Austria menjelang Piala Dunia mendatang.
Dalam pertandingan tersebut, Carney Chukwuemeka mencetak gol debut internasional seniornya untuk Austria, menambah keunggulan tim setelah Marcel Sabitzer terlibat dalam tiga gol. Ghana hanya mampu mencetak satu gol melalui Jordan Ayew.
Chukwuemeka mencetak gol keempat Austria setelah masuk sebagai pemain pengganti, sementara Nicolas Seiwald menambah gol kelima dari jarak 25 yard. Skor akhir 5-1 menunjukkan dominasi Austria di lapangan.
Di sisi lain, Austria juga mengumumkan larangan hijab bagi siswi di bawah usia 14 tahun di sekolah, yang akan mulai berlaku pada tahun ajaran baru pada bulan September mendatang. Larangan ini telah menuai aksi protes karena dianggap diskriminatif terhadap komunitas Muslim.
Wakil Kanselir Austria, Andreas Babler, menyatakan bahwa media sosial juga menjadi perhatian pemerintah, dengan rencana untuk melarang akses bagi anak-anak di bawah 14 tahun. Ia mengungkapkan bahwa media sosial dapat membuat anak-anak ‘kecanduan dan sering kali jatuh sakit’.
Rancangan undang-undang terkait larangan media sosial akan dipresentasikan pada akhir Juni mendatang. Hal ini menunjukkan langkah pemerintah untuk melindungi anak-anak dari dampak negatif dunia digital.
Dalam konteks larangan hijab, seorang siswi berusia 12 tahun menyatakan, “Ini keputusan saya. Tidak ada yang bisa memaksa saya memakai jilbab, dan tidak ada juga yang bisa memaksa saya melepasnya.” Sementara itu, Hadiya yang berusia 11 tahun merasa marah dan mengatakan, “Saya merasa larangan ini tidak memiliki alasan.”
Dengan 27 murid di kelas yang mengenakan jilbab, keputusan ini akan berdampak pada banyak siswi. Denda bagi orang tua yang melanggar larangan ini diperkirakan antara 150 hingga 800 euro.
Langkah-langkah ini menunjukkan ketegangan yang ada dalam masyarakat Austria terkait isu kebebasan beragama dan perlindungan anak. Detail tetap belum terkonfirmasi mengenai dampak jangka panjang dari kebijakan ini.













