Dua anggota tim nasional sepak bola wanita Iran, Fatemeh Pasandideh dan Atefeh Ramezanisadeh, kini berlatih di Brisbane Roar, Australia. Keberadaan mereka di klub ini menjadi sorotan, terutama setelah lima pemain Iran lainnya telah meninggalkan Australia. Drama seputar tim Iran ini terjadi di tengah latar belakang perang yang meletus di negara asal mereka pada 28 Februari, ketika Israel dan AS meluncurkan serangan udara bersama.
Brisbane Roar menyambut kedua pemain Iran dengan hangat. Kaz Patafta, perwakilan klub, menyatakan, “Selamat datang, Fatemeh Pasandideh dan Atefeh Ramezanisadeh.” Klub ini berkomitmen untuk menyediakan lingkungan yang mendukung bagi para pemain, menegaskan bahwa mereka akan mendapatkan dukungan tanpa syarat.
Fatemeh Pasandideh menyampaikan rasa optimisnya dengan mengatakan, “Semuanya akan baik-baik saja.” Pernyataan ini mencerminkan harapan mereka untuk dapat beradaptasi dan berkembang di lingkungan baru ini.
Sementara itu, dalam pertandingan lain di Australia A-League, Sydney FC dan Melbourne City bermain imbang 0-0 hingga babak pertama. Melbourne City mendominasi penguasaan bola dengan 51,4 persen, sementara Sydney FC mencatatkan 48,6 persen. Sydney FC sendiri telah mencatatkan 10 kemenangan, 3 hasil imbang, dan 7 kekalahan dalam musim ini.
Brisbane Roar menekankan bahwa mereka melihat Fatemeh dan Atefeh sebagai pesepak bola elit yang berbakat dan bersemangat. “Ini adalah pesepak bola elit – wanita berbakat dan bersemangat yang mencintai permainan ini sedalam yang kami lakukan,” ungkap pernyataan resmi klub.
Dengan situasi yang tidak menentu di negara asal mereka, keberadaan Fatemeh dan Atefeh di Australia menjadi simbol harapan bagi banyak orang. Mereka diharapkan dapat berkontribusi tidak hanya di lapangan, tetapi juga dalam komunitas sepak bola di Australia.
Details remain unconfirmed.














