What observers say
Menjelang arus mudik Lebaran Idulfitri 2026, berbagai persiapan telah dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan pemudik. Puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada 18 dan 19 Maret, bertepatan dengan dimulainya cuti bersama. Heru Widodo, seorang pejabat terkait, menyatakan, “Prediksi kami, puncak arus mudik akan terjadi pada tanggal 18 dan 19 (Maret) kemungkinan.” Hal ini menunjukkan bahwa banyak masyarakat yang merencanakan perjalanan pulang ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran bersama keluarga.
Pihak kepolisian dan Kementerian Perhubungan mencatat adanya lonjakan pemudik pada 14 dan 15 Maret, yang menjadi indikasi awal dari peningkatan arus mudik. Diperkirakan, jumlah pergerakan masyarakat pada masa Angkutan Lebaran 2026 akan mencapai sekitar 143,9 juta orang. Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan proyeksi kenaikan pemudik di wilayah penyeberangan sebesar 9,3 persen.
Di Pelabuhan Merak dan Ciwandan, puncak arus mudik juga diprediksi akan terjadi pada tanggal yang sama, yaitu 18 dan 19 Maret. Yusuf Nugroho, seorang pejabat dari Kementerian Perhubungan, menegaskan, “Ya, memang untuk puncak arus mudiknya sendiri kurang lebih nanti pada tanggal 18 (Maret 2026).” Hal ini menunjukkan pentingnya persiapan infrastruktur dan layanan transportasi untuk mengakomodasi jumlah pemudik yang meningkat.
Sejak H-6 Lebaran, sebanyak 23.610 kendaraan telah melintasi Gerbang Tol Cikampek Utama, menandakan bahwa arus kendaraan menuju daerah tujuan mudik sudah mulai meningkat. Peningkatan pemudik dari Pulau Jawa menuju Sumatera tercatat sebesar 5 persen dari hari biasa. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi pihak berwenang dalam mengatur lalu lintas dan memastikan keselamatan pemudik.
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, kepolisian telah memetakan skema pengaturan lalu lintas. Dudy Purwagandhi, seorang pejabat terkait, menyatakan, “Kami serahkan ke kepolisian untuk menindak, tapi akan kami atasi.” Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kelancaran arus mudik dan keselamatan masyarakat.
Selain itu, Dishub Surabaya juga melakukan ramp check untuk memastikan kelayakan kendaraan angkutan umum. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang dapat membahayakan pemudik. Dengan adanya langkah-langkah ini, diharapkan arus mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung dengan aman dan lancar.
Prediksi puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada 27 Maret, setelah perayaan Lebaran. Dengan demikian, persiapan yang matang dan koordinasi antar instansi terkait sangat diperlukan untuk mengantisipasi arus balik yang juga diperkirakan akan meningkat. Puncak arus mudik Lebaran Idulfitri 2026 berdekatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi, yang mungkin juga mempengaruhi pola perjalanan masyarakat.
Dengan semua persiapan yang dilakukan, diharapkan arus mudik Lebaran 2026 dapat berjalan dengan baik, dan masyarakat dapat merayakan hari raya dengan aman dan nyaman. Namun, detail mengenai pelaksanaan dan efektivitas langkah-langkah ini tetap harus diperhatikan, karena situasi dapat berubah seiring dengan perkembangan arus mudik yang terjadi.













