Ardon Jashari, pemain muda berusia 23 tahun, baru saja ditransfer ke AC Milan dari Club Brugge dengan biaya total 37 juta euro. Biaya ini terdiri dari 34 juta euro sebagai biaya dasar ditambah 3 juta euro dalam bentuk bonus. Jashari menjadi rekrutan termahal kedua untuk AC Milan musim ini setelah Christopher Nkunku.
Sejak kedatangannya, Jashari hanya bermain selama 639 menit dalam 34 pertandingan di musim 2025-2026. Kehadiran Luka Modric di tim telah membatasi waktu bermainnya, menciptakan persaingan yang ketat di lini tengah.
Jashari mengungkapkan bahwa ia sering mendengarkan Alquran sebelum pertandingan untuk menjaga fokus dan ketenangan spiritual. “Saya Muslim dan saya sering mendengarkan Alquran dalam perjalanan ke stadion. Mendengarkan Alquran membantu saya fokus secara spiritual sebelum bermain,” ujarnya.
Dia juga menyatakan keinginannya untuk bertahan di AC Milan dalam waktu yang lama, berambisi untuk berkembang di bawah arahan pelatih Massimiliano Allegri. “Pelatih mendorong saya untuk berkembang dalam latihan juga karena posisi saya di lapangan berubah banyak dibandingkan beberapa tahun terakhir,” kata Jashari.
Selama proses transfernya, Jashari menerima panggilan dari Zlatan Ibrahimovic, yang memberikan dukungan dan motivasi. Selain itu, Jashari memilih nomor punggung 30 sebagai penghormatan kepada Lionel Messi, idola masa kecilnya. “Saat masih kecil, saya tidak pernah bermain sepak bola; cukup bagi saya untuk menonton Messi. Dia memakai nomor 30 dan saya berpikir bahwa jika suatu hari nanti saya bermain, saya ingin memakai nomor yang sama,” jelasnya.
Jashari juga telah mencatatkan 5 caps untuk tim nasional Swiss, menunjukkan bahwa ia adalah pemain yang memiliki potensi untuk berkembang lebih jauh. Meskipun saat ini ia menghadapi tantangan dalam mendapatkan waktu bermain yang lebih banyak, ambisinya untuk sukses di AC Milan tetap tinggi.
Dengan total 3060 menit yang tersedia di musim ini, Jashari memiliki banyak kesempatan untuk meningkatkan performanya dan membuktikan kemampuannya di lapangan. Namun, dengan persaingan yang ketat di tim, masa depannya di AC Milan masih menjadi tanda tanya.
Detail tetap belum terkonfirmasi mengenai langkah selanjutnya dalam karier Jashari, tetapi harapannya untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi tim tetap menjadi fokus utamanya.














