Dalam beberapa tahun terakhir, Anies Baswedan, yang menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2017–2022, dikenal dengan berbagai kebijakan dan pernyataannya yang kontroversial. Sebelum pertemuan terbaru ini, ekspektasi publik terhadap Anies sering kali terfokus pada posisinya sebagai pemimpin daerah dan calon potensial dalam politik nasional.
Pada tanggal 25 Maret 2026, Anies Baswedan menemui Susilo Bambang Yudhoyono dan Agus Harimurti Yudhoyono di Cikeas tanpa diundang. Pertemuan ini terjadi dalam konteks acara halalbihalal yang diadakan di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono. Kehadiran Anies di acara tersebut menunjukkan adanya perubahan dalam hubungan politiknya dengan tokoh-tokoh senior di Partai Demokrat.
Di sisi lain, Anies juga hadir dalam acara open house yang diadakan oleh Surya Paloh, di mana ia menyampaikan apresiasi terhadap tradisi open house. “Alhamdulillah siang hari ini ada open house di rumah Pak Surya Paloh. Ini adalah sebuah tradisi khas Indonesia, di mana satu Syawal ditandai dengan saling memaafkan,” ungkap Anies.
Namun, tidak semua berita tentang Anies bersifat positif. Belakangan ini, muncul klaim bahwa Anies meminta Trump dan Netanyahu untuk menghentikan serangan terhadap Iran, yang ternyata adalah hoaks. Anies Baswedan sendiri mengecam serangan AS-Israel terhadap Iran, menegaskan bahwa tidak ada informasi resmi yang menyatakan Indonesia akan menyerang AS-Israel.
Dalam konteks ini, status siaga 1 yang dilakukan TNI adalah bagian dari mekanisme standar, dan tidak ada indikasi bahwa situasi tersebut akan mempengaruhi hubungan internasional Indonesia secara signifikan. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada ketegangan di luar negeri, Anies tetap berfokus pada isu-isu domestik dan tradisi yang mengikat masyarakat.
Perubahan dalam interaksi Anies dengan tokoh politik lainnya bisa jadi mencerminkan upaya untuk memperkuat posisinya menjelang pemilihan mendatang. Dengan kehadirannya di acara-acara penting, Anies berusaha menunjukkan bahwa ia tetap relevan di panggung politik nasional.
Namun, dampak dari pertemuan ini terhadap dukungan politik Anies masih perlu diteliti lebih lanjut. Apakah langkah ini akan menguntungkan Anies dalam jangka panjang? Hanya waktu yang akan menjawabnya.
Details remain unconfirmed.













