Ali Larijani, kepala keamanan Iran, tewas dalam serangan yang dilancarkan Israel pada 17 Maret 2026. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengonfirmasi bahwa Larijani, yang berusia 67 tahun, tewas saat mengunjungi putrinya di wilayah timur Teheran.
Serangan ini terjadi di tengah eskalasi konflik antara Iran dan aliansi Amerika Serikat-Israel, menandai peningkatan ketegangan di kawasan tersebut. Larijani dikenal sebagai arsitek kebijakan keamanan nasional dan penasihat dekat pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Dalam pernyataannya, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan, “Setelah seumur hidup berjuang untuk kemajuan Iran dan Revolusi Islam, akhirnya ia mencapai keinginan yang telah lama diidamkannya, menjawab panggilan kebenaran, dan dengan bangga meraih kedudukan mulia sebagai martir di medan perang.”
Larijani sebelumnya juga pernah memimpin Dewan Keamanan Nasional Tertinggi dan menjabat sebagai ketua parlemen selama 12 tahun. Ia memiliki latar belakang militer sebagai komandan Korps Garda Revolusi Iran, yang menambah bobot pengaruhnya dalam kebijakan keamanan negara.
Sebagai balasan atas kematian Larijani, serangan rudal Iran dilaporkan menewaskan 2 orang di Israel. Tindakan ini menunjukkan reaksi cepat Iran terhadap ancaman yang dirasakan dari serangan tersebut.
Details remain unconfirmed mengenai rincian lebih lanjut dari serangan dan dampaknya terhadap hubungan internasional di kawasan ini. Pengamat mengantisipasi bahwa situasi ini dapat memicu reaksi lebih lanjut dari kedua belah pihak, mengingat ketegangan yang sudah ada sebelumnya.














