“Ada dua tikungan di mana aspalnya mengelupas…rasanya kami lebih mirip balapan di trek motokros daripada di sirkuit balap,”
Marquez, yang finis di posisi keenam, tertinggal delapan detik dari Marco Bezzecchi yang meraih kemenangan. Ia mengalami memar pada lengan akibat kondisi aspal yang mengelupas, yang juga dikeluhkan oleh rekan-rekannya, termasuk Alex Rins.
Rins mengungkapkan, “Tanya saja pada jariku apakah merasakan kerikil di tikungan 11 dan 12 — kerikilnya mengenai jariku.” Hal ini menunjukkan bahwa masalah aspal tidak hanya mempengaruhi performa balapan, tetapi juga keselamatan para pembalap.
Balapan utama yang seharusnya berlangsung selama 25 putaran terpaksa dipangkas menjadi 23 putaran akibat masalah aspal. Sebelumnya, sprint race pada hari Minggu juga sempat ditunda karena munculnya sinkhole di lintasan.
Marquez menambahkan, “Kondisinya cukup tidak bisa diterima.” Kritik ini menjadi sorotan, mengingat MotoGP Brasil 2026 adalah debut balapan di Goiania, dan harapan tinggi disematkan pada sirkuit baru ini.
Masalah yang dihadapi di Sirkuit Ayrton Senna menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan penyelenggara dalam mengelola kondisi lintasan. Dengan banyaknya keluhan dari para pembalap, langkah perbaikan segera diperlukan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan saat balapan.
Dengan balapan yang telah berlalu, perhatian kini tertuju pada bagaimana pihak penyelenggara akan menanggapi kritik ini dan langkah apa yang akan diambil untuk meningkatkan kondisi sirkuit di masa mendatang.













