“Paparan berulang pesan tentang kematian dan keputusasaan tanpa konteks yang tepat dapat meningkatkan distres, kecemasan, dan berpotensi menjadi pemicu bagi mereka yang memiliki riwayat depresi atau ide bunuh diri,” ungkap Humas PP PDSKJI. Pernyataan ini muncul menjelang peluncuran film horor Indonesia yang sangat dinanti, Aku Harus Mati, yang dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 2 April 2026.
Film ini disutradarai oleh Hestu Saputra dan ditulis oleh Aroe Ama serta Astrid Savitri. Dengan durasi sekitar 98 menit dan rating usia 17+, film ini menggabungkan elemen teror supranatural dengan kritik sosial yang tajam. Sinopsis film berpusat pada karakter Mala, seorang perempuan muda yang terjerat utang pinjaman online, menggambarkan tantangan yang dihadapi oleh banyak orang di era digital saat ini.
Film ini mengangkat tema jual jiwa demi harta, mencerminkan realita kehidupan masyarakat urban Indonesia yang terjebak dalam gaya hidup hedonis dan utang digital. Dalam konteks ini, Aku Harus Mati diharapkan dapat memberikan refleksi tentang makna hidup dan validasi di era modern, sebuah isu yang semakin relevan di kalangan generasi muda.
Namun, peluncuran film ini tidak tanpa kontroversi. Billboard film Aku Harus Mati diturunkan oleh Pemprov DKI Jakarta setelah mendapat protes dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI). Protes ini muncul karena iklan film dianggap meresahkan, terutama bagi anak dan remaja. Yustinus, seorang perwakilan dari PDSKJI, menegaskan, “Ruang publik harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan inklusif bagi semua kalangan, termasuk anak-anak.”
Film ini juga menjadi sorotan karena dianggap dapat memicu diskusi lebih luas mengenai kesehatan mental dan dampak dari utang digital yang semakin marak. Dengan latar belakang masyarakat yang semakin terhubung secara digital, film ini berusaha untuk menggambarkan dampak psikologis dari tekanan sosial yang dihadapi oleh individu.
Dengan peluncuran yang semakin dekat, banyak yang menantikan bagaimana film ini akan diterima oleh publik. Aku Harus Mati diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memicu kesadaran akan isu-isu penting yang dihadapi oleh masyarakat saat ini. Film ini merupakan salah satu film horor Indonesia 2026 yang paling relevan dan diharapkan dapat memberikan dampak positif.
Detail mengenai reaksi penonton dan kritik terhadap film ini akan terus dipantau setelah tayangnya. Dengan harapan bahwa film ini dapat membuka dialog tentang isu-isu yang sering kali diabaikan, Aku Harus Mati siap untuk menjadi bagian dari percakapan yang lebih besar mengenai kehidupan dan tantangan yang dihadapi oleh generasi muda di Indonesia.














