Maarten Paes telah menjadi penjaga gawang utama untuk Ajax Amsterdam dan telah tampil dalam lima pertandingan di mana ia kebobolan lima gol dan mencatat dua clean sheet. Pada 22 Maret 2026, Ajax menghadapi Feyenoord di Stadion De Kuip, Rotterdam, dalam laga Eredivisie yang berakhir imbang 1-1.
Ajax membuka skor melalui Sean Steur pada menit ke-54, namun Feyenoord berhasil menyamakan kedudukan dengan penalti yang dieksekusi oleh Jakob Moder pada menit ke-84. Selama pertandingan, Maarten Paes mencatat 53 sentuhan, melakukan tiga penyelamatan krusial, dan merekam delapan pemulihan.
Setelah pertandingan, Paes mengungkapkan, “Pertempuran berat di Rotterdam hari ini! Sekarang saatnya mengalihkan fokus ke Timnas Indonesia. Sampai Jumpa di Jakarta.” Pernyataan ini menunjukkan komitmennya untuk berkontribusi di level internasional setelah hasil imbang yang didapatnya bersama Ajax.
Maarten Paes telah dipanggil untuk mewakili Timnas Indonesia dalam ajang FIFA Series 2026, di mana Indonesia akan menghadapi Saint Kitts dan Nevis pada 27 Maret 2026. Sejak debutnya pada November 2024, Paes telah mengumpulkan 10 caps untuk tim nasional.
Dalam persaingan untuk posisi penjaga gawang di Timnas Indonesia, Paes akan bersaing dengan Emil Audero, Cahya Supriadi, dan Nadeo Argawinata. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ia telah menunjukkan performa yang solid di level klub, tantangan di level internasional tetap ada.
Dengan hasil imbang melawan Feyenoord, Paes membawa modal berharga untuk persiapan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026. Penampilan solidnya di Ajax diharapkan dapat berlanjut saat ia mengenakan jersey merah putih.
Para pengamat sepak bola percaya bahwa pengalaman Paes di Eredivisie akan menjadi aset penting bagi Timnas Indonesia dalam ajang mendatang. Sementara itu, pelatih Timnas Indonesia mengungkapkan keyakinannya terhadap kemampuan Paes dan berharap ia dapat memberikan performa terbaiknya.
Dengan semakin dekatnya pertandingan melawan Saint Kitts dan Nevis, perhatian kini tertuju pada bagaimana Paes akan beradaptasi dengan tuntutan di level internasional setelah menjalani musim yang kompetitif di liga domestik.
Details remain unconfirmed.














