wartawarganews

Latest News, Stories and Updates from Citizens

Afcon: Maroko Dinobatkan Sebagai Juara 2025 Setelah Senegal Dinyatakan Kalah

afcon — ID news

Pada 18 Januari 2026, Stadion Prince Moulay Abdellah di Rabat menjadi saksi perubahan dramatis dalam sejarah sepak bola Afrika ketika Maroko dinyatakan sebagai juara AFCON 2025 setelah Senegal dinyatakan kalah 3-0. Keputusan ini diambil oleh Dewan Banding CAF setelah Senegal melakukan walk-off sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit yang kontroversial.

Awalnya, Senegal merayakan kemenangan mereka di final setelah gol Pape Gueye di babak tambahan waktu memastikan kemenangan 1-0 atas Maroko. Namun, insiden penalti pada menit ke-98 yang memicu protes dari tim Senegal mengubah segalanya. Dewan Banding CAF menyatakan bahwa perilaku tim Senegal melanggar regulasi turnamen, yang menyebabkan mereka kehilangan gelar juara yang sebelumnya mereka raih.

Keputusan ini diambil setelah banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko (FRMF) diterima. “Dewan Banding memutuskan bahwa berdasarkan Pasal 84 Regulasi Piala Afrika, Timnas Senegal dinyatakan kalah dalam laga final AFCON 2025, dengan hasil pertandingan dicatat 3-0 untuk kemenangan Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko (FRMF),” ujar pernyataan resmi dari CAF.

Keputusan ini membatalkan hasil awal yang mengesahkan kemenangan Senegal dan menandai momen bersejarah bagi Maroko, yang akan dinobatkan sebagai juara AFCON untuk pertama kalinya sejak tahun 1976. Ini adalah pencapaian yang sangat berarti bagi tim dan penggemar mereka, mengingat perjalanan panjang yang telah dilalui untuk meraih gelar ini.

The numbers

Hasil pertandingan final yang awalnya tercatat 1-0 untuk Senegal kini berubah menjadi 3-0 setelah keputusan banding. Ini menjadi perubahan yang signifikan dalam waktu 58 hari setelah pertandingan final. Maroko, yang terakhir kali menjadi juara pada tahun 1976, kini kembali ke puncak sepak bola Afrika dengan cara yang dramatis.

Reaksi terhadap keputusan ini beragam. Banyak pengamat sepak bola dan penggemar mengungkapkan keheranan dan ketidakpuasan terhadap keputusan yang diambil oleh CAF. Namun, bagi Maroko, ini adalah momen yang dirayakan dengan penuh sukacita. “Protes dari Federation Royale Marokain de Football (FRMF) ditegakkan,” tambah CAF dalam pernyataannya, menegaskan bahwa keputusan ini adalah hasil dari proses yang adil.

Dengan keputusan ini, Senegal harus merenungkan tindakan mereka di lapangan dan dampaknya terhadap hasil akhir. Meskipun mereka awalnya merayakan kemenangan, kini mereka harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan gelar juara yang telah mereka raih. Details remain unconfirmed.